6.04.2009

Cara Mudah melihat postingan di facebook

Bagi para Facebookers pasti tentunya memiliki banyak teman di Facebook, kadang sangat sulit memilih postingan-postingan baru yang muncul 'bertubi-tubi' di wall, apalagi kalau kita hanya punya waktu sedikit untuk membaca postingan tersebut, sehingga tak jarang postingan yang penting untuk direspon menjadi terabaikan.

Cara ini mungkin sangat sederhana namun bermanfaat. caranya adalah dengan memanfaatkan account email pada saat registrasi di Facebook. Sehingga postingan/respon yang ditujukan untuk kita selalu dapat dipantau dan direspon tanpa harus membuang waktu berlama-lama untuk membaca semua satu-persatu di wall facebook.

Misalnya kalau kita menggunakan account di yahoo atau gmail, setelah login, hanya mengklik tombol 'check mail' atau klik di inbox pada account gmail, maka semua postingan dari rekan-rekan kita akan muncul pada inbox email tersebut. Nah tinggal memilih mana yang penting untuk di respon atau hanya sekedar untuk dibaca. gampang! waktu tidak banya terbuang. Tapi bagi kita yang punya banyak waktu boleh saja membaca semua di Wall tersebut! ayo maaaa...nggg!

5.04.2009

Pangeran Hidayatullah

Photo kenang-kenangan Musyarawah Besar Warga Kalimantan Se sumatera Utara, September 1956.

gambar ini merupakan hasil scanner dari poster yg sudah terpajang di rumah alm. orang tua Ibu ku. poster asli masih tersimpan dengan baik.

1.28.2009

KeReTa LiLiN


Kereta Lilin? apalagi ini!

tidak diketahui pasti nama permainan ini (namanya jadul, gak ingat permainan ini apa namanya) yang pasti asyik untuk sebagai permainan selepas pulang sekolah .Kita namakan saja 'Kereta lilin' karena bahan untuk membuat permainan ini berfungsi adalah roda kayu bekas gulungan benang dan lilin.

Permainan ini dimainkan biasanya di lantai semen atau lebih asyik di atas tanah halaman rumah. bisa dimainkan sendiri atau dengan beberapa orang untuk balapan.


Untuk membuat permainan ini diperlukan :

A. bahan yang diperlukan :

1. (Roda) kayu bekas gulungan benang
2. Karet gelang
3. lidi
Sapu
4. 1 buah lilin putih


B. cara membuat :
1.Potong lilin menjadi 2 (dua) bagian masing-masing 2 cm, pada bagian tengah dilubangi agar bisa masuk karet gelang.
2.Potong lidi sepanjang 10 atau 15 cm yg digunakan sebagai pemutar.
4.Potong lidi sepanjang 1 cm sebagai penahan karet.
5.Rakit masing-masing bagian hingga menjadi seperti gambar

C. Cara memainkan:


Putar lidi mengikuti arah jam sampai 4-5 x putaran (jangan terlampau lama karena dapat menyebabkan lilin pecah) dengan tangan kanan
dan tangan kiri pada ujung satunya lagi memegang ujung lilin yang satunya (jangan dilepas sampai selesai).
2. Setelah selesai, lepaskan roda lilin tadi secara bersamaan (posisi tangan kiri dan kana jangan dilepas) diatas lantai, lepaskan!
3. Maka roda akan berjalan sebanyak putaran yang kita lakukan.

Catatan :

- (roda) kayu bekas penggulung benang, aku tidak tahu pasti apakah sekarang masih ada dijual (dulu benangnya warna putih, merk 'FlyWheels', mungkin bisa diganti dengan kayu yang dibubut dibuat persis bentuknya.

- Permainan ini biasanya dimainkan bersamaan dengan musim permainan layang-layang (kite) karena benang jenis ini sangat bagus untuk 'gelasan' adu layang-layang, dan kayu penggulungnya untuk permainan roda lilin tadi.



1.26.2009

Sepak Bola Kelereng


Jauh sebelum mengenal 'football table' sewaktu kanak-kanak sekitar akhir tahun 70 an, anak-anak di beberapa daerah pernah memiliki permainan yang seperti itu, hanya cendrung lebih murah dan tentunya 'handmade'. sehingga permainan tersebut hampir ada dibeberapa daerah di sumatera utara. tidak jelas asal muasal permainan ini. yang pasti kami pernah membuat dan memainkannya.

Permaianan ini sangat asyik dimainkan dan tentunya bisa dibuat sendiri.

bahan yang diperlukan :
1. Papan untuk arena bola kelereng
2. Paku, martil (Palu)
3. Karet gelang (karet untuk pengikat kanting plastik)
4. Kelereng
5. Tangkai es krim atau kayu

Cara membuat :

1. Potong papang dan sesuaikan dengan keperluan dan paku yang digunakan, hal ini untuk tingkat kesulitas permainan sehingga bola (kelereng) tidak mudah goal!
2. kemudian untuk memudahkan dalam menyusun pemain (Paku), buat 2 (dua) bagian kelompok pemain yang diatur sesuai dengan keinginan
misanya 4 3 4 1 (wah lebih! seharusnya 11, gak apa2 sah2 saja nanmanya juga permainana jadul), bisa juga dirubah modelnya.
buat garis dan titik-titik sebagai panduan menyusun pemain dan pagar agar kelereng tidak keluar 'lapangan' (lihat gambar)
3. Apabila garis dan titik panduan sudah selesai, lalu paku-paku untuk pemain dan pagar dapat di pasang pada masing-masing titik pemain. gunakan palu pada sat
mesasang 'pemain' dengan perlahan agar posisi 'pemain' dan pagar tidak miring.

4. Selanjutnaya apabila semua pemain dan pagar telah selesai di kiri dan kanan, gunakan karet gelang untuk 'memagari' lapangan agar bola tidak keluar lapangan

Cara Bermain :

Sama halnya seperti ukuran lapngan, tidak ada aturan yang baku pula untuk permaianan ini. sepak bola kelereng dapat dimainkan 1 orang maupun 2 orang (biar seru ya harus 2
orang apalagi kalo ada penonton makin seru!).

untuk menentukan memulai permainan awal, dapat dilakukan 'hompimpa' (unyik kucing he..he..) atau bisa juga pakai cara seperti permainan
sepak bola betulan (pakai uang logam).

1. Pemain yang menang 'hompimpa' (pemain I)meletakkan kelereng di tengah lingkaran lapangan, lalu dengan menggunakan tangkai es krim atau bisa juga kayu ukuran pendek pemain I 'menyepak' bola tersebut ke arah lawan. maka bola kelereng akan bergulir ke arang lawan. dan tentunya akan ber zig-zag setiap kelerang tersebut bersentuhan dengan paku. tunggu samapai kelereng berhenti.
2. Setelah bola berhenti, Pemain II dapat melakukan hal yang sama untuk membalikan ke arah lapangan pemaian I (ya iya la, masak ke pemain ke II, 'bunuh diri' namanyan he..he..) begitu seterusnya sampai gol kesalah satu gawang lawan!
3. apabila bola goal ke salah satu lawan, maka pemaian yang gawangnya 'keboblan' harus diletakkan kembali bola ditengah lapangan dan menyepak ke arah lapngan yg menang (iya tau!)
4. Permainan ini sangat mengasikkan (dulu s), makanya gak ada selesainya tergantung kesepakatan masing-masing yg main saja (sampai lemas juga boleh he...he..he..)
wasitnya juga gak ada, makanya gak boleh curang! kalau posisi lapangan agak sedikit miring ke salah satu lawan, dipastikan bola akan selalu
menggelinding cepat ke arah lapangan yg lebih rendah.

Catatan :

Tidak ada aturan baku untuk membuat permainan sepak bola kelereng, hanya kretifitas masing-masing.


12.19.2008

TeNtang SeSuaTU

Rutinitas sehari-hari tak jarang membuat kita terbelenggu oleh rantai kebosanan yang mengikat dari waktu ke waktu, hari kehari hingga sampai kita kadang ingin memberontak untuk dapat menemukan kunci yang dapat membuka belenggu tersebut. Ini juga yang kualami!

Menutup tahun 2008, kucoba untuk me ‘review’ beberapa aktivitas yang kujalani sepanjang ini.
Tahun ini nyaris tidak ada kegiatan sama sekali ‘tukang gambar’ untuk sekedar menambah koleksi lukisan-lukisan baru, padahal peralatan ‘perang’ sudah tersedia yang baru (kuas, kanvas, cat dll). Banyak sket dan objek-objek yang sudah tersedia tidak tersentuh sama sekali!
Bulan Mei-Agustus tak ada kegiatan untuk sekedar ‘mencoret-coret’ blog.

Ada beberapa kegiatan lain diluar rutinitas kerja berupa pesanan program aplikasi yang ku develop dengan VisualBasic dan SQL Server yang agak sedikit menyita waktu.
Bulan September hingga Desember adalah waktu yang banyak kuselingi dengan membaca, Dimulai dari Cerita komik silat hingga beberapa novel popular, baik dalam bentuk ebook maupun yang dibeli dari toko-toko buku.
Namun yang patut ku syukuri adalah kesehatan, alhamdulillah maju pesat di akhir tahun 2008 semoga untuk seterusnya amin!, penyakit ‘langganan’ ku adalah flu yang berkepanjangan yang sudah lama kulami (kata dokter alergi terhadap abu/udara) puncak nya diawal-awal tahun hingga agustus aku harus selalu minum obat dosis tinggi dimana obat tersebut sangat menyiksa karena rasa ngatuk yang ditimbulkan nya.
Awalnya obat tersebut cukup diminum satu butir pada saat akan tidur malam selanjutnya tidurpun pulas dalam sekejap dan besoknya biasanya sudah bugar kembali hingga beberapa hari kemudian flu akan kambuh lagi, minum lagi begitu seterusnya.
Hingga akhirnya karena sudah terlampau ‘imun’, maka obat dimakan setiap hari! Inilah yang kadang membuat aktifitas enggan untuk di kerjakan!
Untuk rencana tahun depan (2009) banyak rencana-rencana baru yang sudah di persiapkan. Semoga di tahun 2009 menjadi tahun yang menyenangkan, amin!

11.12.2008

Dilarang Merokok

Dilarang merokok! itulah gambar larangan yang sering kita lihat. tetapi apakah larangan ini membuat orang sadar untuk tidak merokok!

belum tentu, tingkat kesadaran itulah penyebabnya. ada pendapat sebahagian di masyarakat bahwa tingkat kesadaran sosial itu tergantung tingkat pendidikan. ada benar dan ada juga tidak. lihatlah di perkantoran jelas-jelas sudah ada tanda dilarang merokok, namun mereka yang sudah tidak tahan dengan asamnya mulut membuat mereka dengan santainya melepaskan hajat ditempat yang jelas-jelas dilarang untuk merokok. yang lebih mengenaskan adalah kejadian yang pernah kualami sewaktu mengisi bahan bakar di salah satu pom bensin beberapa waktu lalu.

Saat itu hari gelap menyelimuti pom bensin di salah satu kawasan jalan SM Raja Medan, lampu-lampu jalan sudah mulai menyala walapun sinarnya belum begitu berarti. setelah masuk ke kawasan pom bensin yang berada pas di pinggir jalan tersebut, lalu premium yang masih seharga Rp. 6000/ liter tersebut kupesan sesuai dengan kapasitas tangki yang masih kosong. setelah mesin kumatikan dan petugas mengisi bahan bakar, kulihat tepat didepan sebelah kiri seorang lelaki jongkok di pinggir batas areal pom bensin yang berjarak hanya sekitar 5 meter dengan santainya merokok tanpa ada yang melarang (anda bisa bayangkan, di areal pom bensin) padahal disamping pom bensin tersebut sangat ramai orang lalu lalang karena bersebelahan dengan shopping centre. aku tidak begitu mengetahui orang itu, yang pasti melihat dari pakaian dan penampilan bukanlah orang yang mempunyai gangguan jiwa (gila). aku tidak sanggup membayangkan seandainya orang tersebut membuang puntung rokoknya di 'asbak' yang begitu besar disitu, booom! kebakaran sudah pasti terjadi.
akhirnya karena rasa takut dan geram melihat tingkat orang tersebut (karena petugas saat itu sedang mengisi bahan bakar di mobilku) kupanggil petugas tersebut untuk menegur dan melarang orang tersebut untuk meninggalkan areal pom bensin tersebut. setelah orang tersebut pergi akupun lega.

inilah adalah salah satu potret masyarakat kita yang mungkin tanpa kita sadari ada disekitar kita yang luput dari perhatian atau bahkan tidak peduli dengan prilaku tersebut dan bahkan parahnya kita terkadang ikut melanggar kedisiplinan tersebut.
sepertinya untuk mewujudkan kesadaran sosial masyarakat kita perlu dengan PAKSAAN atau HUKUMAN!tapi ya sudahlah kadang yang menghukum juga melanggar, yang pasti kesadaran dari diri sendiri, itu yang utama!

11.05.2008

GUNUNG SAYANG

Membaca judul tulisan ini ada banyak persepsi yang dapat dibangun oleh pikiran kita, namun tidak halnya dengan masyarakat melayu. ‘Gunung sayang’ merupakan sebagian dari beberapa syair lagu melayu yang kini kian jarang terdengar. Sekalipun kata ‘Gunung Sayang’ di mesin pencari seperti google jarang ada tulisan yang membahasnya.

Namun bagiku ‘Gunung Sayang’ adalah tentang kehidupan masa kecil dan tentang pasang surutnya kehidupan keluarga suku Banjar, ya keluargaku.


‘GUNUNG SAYANG’ Gilingan Padi Nasional-Pribumi, kampung Tanjung Pasir-Pangkalan Susu. Itulah yang tertulis didepan sebuah bangunan kokoh yang berdiri menyambut kedatangan setiap masyarakat sekitar yang akan mengiling gabah hasil bercocok tanam mereka.
Masyarakat Desa Tanjung Pasir adalah masyakat pendatang bersuku Banjar yang berasal dari Tembilahan-Riau, terbagi menjadi dua bagian wilayah antara Persawahan dan pesisir pantai. Sehingga profesi sebagain Petani dan ada juga nelayan, namun bagi masyarakat Tanjung Pasir menjadi petani adalah pilihan utama mereka.

Demikian pula keluarga orang tuaku dan mereka petani yang ulet kehidupan sehari-hari nya tidak terlepas dari kubangan lumpur sawah, mereka semua adalah petani tadah hujan yang dalam mengolah pertanian hanya dapat menanen 1 kali dalam setahun, mereka belum mengenal yang namanya bibit unggul seperti IR atau yang lainnya. Apalagi ‘Supertoy’ yang dapat dipanen dalam waktu singkat (instant) sehingga mampu 3 kali dalam setahun yang akhirnya hanya janji kosong belaka. Semua serba masih alami. Begitu juga dengan traktor tangan ‘Jetor’ mereka belum pernah menjamah.
Seiring perkembangan ekonomi yang kian membaik, Panen padi masyarakat desa yang melimpah, maka mereka mulai melirik untuk merambah usaha
baru yaitu penggilingan padi.
Usaha Penggilingan Padi (Kami lebih sering menyebut ‘Kilang Padi’) ini berdiri di tahun 70’an dan merupakan kilang padi yang pertama ada di Pangkalan susu sehingga semakin mendongkrak perekonomian keluarga juga turut semakin baik hingga tahun 1982.
Nama kilang padi ’Gunung Sayang’ diambil dari Judul lagu melayu ‘Gunung sayang’ kebetulan abah (ayah) ku yang masa mudanya adalah penggemar/pemain Orkes Melayu, beliau memainkan alat musik Biola sehingga pada saat mendirikan Kilang padi bersama saudara dan orang tuanya nama inilah yang menjadi pilihan.

Kilang padi ini mengalami relokasi sejak Pertamina di Wilayah ekplorasi Pangkalan Susu mulai menghasilkan minyak mentah yang disalurkan memalui Pipa baja besar berdiameter sekitar 45 cm melintas disepanjang jalan antara Pangkalan Susu hingga bermuara ke Ujung pantai (teluk Kerang) melalui desa tersebut.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan, akhirnya Pertamina merelokasi dan ganti rugi kepada semua masyarakat yang memiliki bangunan dan tanah yang dilalui aliran pipa minyak tersebut untuk menjauh 10 Meter dari jarak pipa minyak.

Tahun terus berganti, roda terus berputar kejayaan kilang padi ‘Gunung Sayang’ hanya berlangsung antara periode tahun 1970 -1982 saja. Sepeninggalnya Kakek berangsur giat kilang padi pun mulai kehilangan gairah, satu persatu kegiatan mulai berkurang. Pem
belian gabah yang biasanya dilakukan dengan membeli keluar kota guna memenuhi permintaan beras di pasar-pasar kec. Pangkalan susu, Medan dan kota lain, kini nyaris terhenti sehingga mengakibatkan pemasaran beras juga semakin berkurang. Masalah ini terus berlanjut hingga saat ini, kilang padi tidak ubahnya hanya gedung tua yang masih berdiri lesu. Deru mesin tidak segarang dulu lagi.

Demikian juga sawah-sawah yang luas yang dimiliki oleh keluarga ayahku yang selalu menghasilkan gabah yang berlimpah setiap tahun panen, kini hanya cerita saja. Sawah-sawah itu sekarang dikelola oleh orang yang tidak memiliki sawah (disewakan) dengan bayaran uang setiap panennya atau juga kadang dibayar dengan hasil gabah sesuai dengan kesepakatan bersama. Abah dan pakcik seperti kehilangan arah mengelola usaha mereka.
Banyak faktor penyebab. Salah satu yang sekarang bisa kuambil hikmah adalah tidak adanya majemen yang baik dalam pengelolaan keuangan, disamping itu generasi atau anak-anak dari ayahku tidak ada yang dibimbing untuk mengelola usaha tersebut. Kami (anak-anak ayahku) semua adalah orang-orang yang bekerja dengan orang lain bekerja pada perusahaan atau pegawai di Pemerintahan, demikian halnya dengan anak-anak Adik ayahku (pakcik) juga tak jauh berbeda.

Abahku kini sudah tiada (meninggal tahun 2003 dalam usia sekitar 66 Tahun), almarhum memiliki 4 (empat) orang saudara kandung, 2 orang meninggal dalam usia muda saat ini hanya tinggal adiknya saja (pakcik).

Aku hanya bisa merenung dan menjadi saksi akhir dari cerita ’Gunung Sayang’.