10.17.2008

Sketsa '92 (tukang Gambar)


Skets diri! ternyata aku pernah membuatnya di tahun 92, sayang dibuang. Scanning itulah salah satu cara menyelamatkannya.

ah, ternyata ada yang aneh! skets kubuat dengan bantuan cermin, tapi berkat bantuan perangkat canggih ini (PC) tinggal melakukan sedikit 'rotate' beres! he..he....

10.16.2008

Semudah 123 (mudahnya membuat blog di blogspot)


Kalau blogger sekalian pernah merasakan era komputer menggunakan MS-DOS, pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu software pengolah angka atau spreadsheet Lotus 123, nah tentunya masih ingatkan dengan penulis bukunya yang dulu cukup terkenal bpk. Winardi Sutantyo (meninggal dunia sekitar 2006) dengan bukunya yang sangat terkenal saat itu 'Ssecepat dan Semudah 123' aku tertarik dengan judul buku tersebut.

Sengaja kuambil bagian judul buku tersebut untuk postingan kali ini untuk memberi daya tarik. sudah hampir 10 (sepuluh) tahun aku tidak bergelut di dunia pengajaran (terakhir thn 1989-1998) sampai akhirnya kembali kucoba membuat panduan sederhana membuat blog semudah 123.

panduan ini kubuat sesederhana mungkin untuk beberapa keponakan yang ingin belajar membuat blog, mengingat waktu yang tidak memungkinkan akhirnya kuputuskan untuk membuat panduan ini dalam bentuk cetakan. dan posting pula di blog.

panduan ini dibuat dalam 3 (tiga) bagian, disamping panduan membuat blog, yang lainnya yaitu membuat free mail di Yahoo! dan Lebih lanjut dengan blogger (lagi dalam persiapan semoga cepat selesai).

semoga bermanfaat.

salam!


10.10.2008

Tamique (Episode III), Blog Tom

Seperti biasa, setiap pagi setelah masuk kantor ritual yang pertama kulakukan setelah komputer dinyalakan adalah membuka email di Outlook. Kulihat inbox ada beberapa email yang masuk salah satunya dari Tamique dengan nickname omtom06@yahoo.co.id Dengan subject cara membuat Blog. Lalu kubuka email tersebut.

“…aku sekarang lagi membuat blog, mohon dikirim informasi tentang dasar-dasar membuat blog.”
Salam
Tom


Email tersebut singkat saja hanya beberapa baris. karena sebelumnya aku sudah pernah ‘kampanye’ kepadanya untuk menulis blog. Setelah mendapatkan beberapa informasi penting tentang dasar-dasar membuat blog, lalu aku pun me-reply email tersebut dengan file ‘attach’ yang sudah kupersiapkan sebelumnya.
‘Tom’ adalah nama lain atau nickname yang sering digunakan oleh Tamique akhir-akhir ini. Aku sebelumnya tidak begitu peduli karena dia selalu berganti-ganti nama yang terakhir adalah ‘Tamique’, tapi belakangan aku jadi penasaran juga dibuatnya karena semua rekan bahkan mahasiswa di kampus semua memanggil Tom, Pak Tom dan om Tom. setelah tanya sana-sini, nah ternyata ‘Tom’ itu sebenarnya diambil nama popular dari salah seorang tokoh dalam film drama Taiwan ‘Meteor Garden’ yang diadaptasi dari manga HANA YORI DANGO itu,” Dao Ming Si” (para penggemar MG paling sering kudengar menyebutkan nama ‘Dao Ming Si’ dipelesetkan menjadi Tom Ming Se’ he..he…).
Tamique adalah seorang yang ‘aneh’, dia hidup dalam lingkungan dunia pendidikan tetapi memiliki sifat populer yang selalu tampil di tengah ‘keramaian’ bak seorang artis terkenal. Tak heran semua mahasiswa dilingkungan kampus tempat dia mengajar sangat bersabahat dengannya bahkan tak jarang yang memanggilnya dengan sapaan ‘om’ bukan ‘pak’ layaknya seorang mahasiswa memanggil dosennya. Munkin itu pula yang membuat emailnya di yahoo menjadi ‘omtom06@yahoo.co.id pikirku.
Selang beberapa hari kemudian, aku sudah dapat melihat blog yang sudah dibuat oleh Tamique dengan alamat url http://berpantasitom.blogspot.com/
Pada tampilan heading blog terpampang photo Tamique dan tertulis ‘Kamar mbah dukun’ ha…haaa…aa.. apa pula maksudnya ini pikirku.
Tampilan blog masih standar saja dari blogspot tanpa ada dimodifikasi sana-sini.
Kulihat ada beberapa postingan tgl 30 Juli 20007, semua nya ditulis Tamique tentang catatan keluarganya, istri dan anak-anaknya. Tapi ada satu postingan di hari yang sama judulnya ‘Sebuah Memory’ cuit..cuit…sapa ne iseng aku pun menulis komentar pada postingan itu. Pada saat bertemu dengan Tamique aku pernah menanyakan tentang postingan ini karena penasaran, tapi dia tidak menjawab, malah tertawa kuat ha…ha…ha, akupun ikut tertawa ha…ha…ha…setelah itu bingung sendiri kenapa juga ikut tertawa.

Postingan Tamique terakhir di Blog adalah pada hari Selasa, 27 Mei 2008 subject nya BLT ....OH...BLT yang istilah ganteng nya kata Tamique di postingan itu ‘BLT-bantuan tunai langsung’ disana Tamique menulis bak seorang politikus membahas ide-ide cemerlang dan kritikan yang menohok sampai Strook menyerang nya.
Aku tidak tahu apakah ini postingan terakhir Tamique atau akan nada lagi postingan-postingan yang lain darinya. Aku cuma bisa berharap walaupun kecil , tapi aku masih punya harapan semoga Tamique bisa ngeblog lagi . Amin!

Bersambung ke bagian IV (habis)


Laskar Pelangi the movie

Setelah sehari sebelumnya gagal mendapatkan karcis akhirnya 30 Sept 2008 setelah datang lebih awal akupun mendapatkan juga tiket pemutaran film tersebut. Dengan 5 tiket ditangan kami sekeluarga dapat menyaksikan di tempat duduk berderat di bagian paling belakang.

Padahal sebelumnya ada keraguan ku mendengar isu Laskar pelangi akan di film kan karena mengingat novel yang ditulis ‘Ical’ begitu panjang dan sangat detail akan kah film itu juga akan sebagus novelnya. mungkin ini pula yang menjadi keraguan dipikiran semua pengemar ‘Laskar pelangi’ pikirku, namun setelah melihat acara ‘Kick Andy’ (lagi-lagi Kick Andy he..he…
) yang menampilkan tokoh-tokoh dan cerita tentang ‘laskar pelangi the movie’ aku menjadi sangat tertarik untuk melihat film besutan Riri Reza itu. Setelah diskusi dengan istri, akhirnya kami beritahu anak-anak maksud kami untuk mengajak mereka dan bukan main mereka bersorak girang karena diajak nonton bioskop. Jauh hari sebelum film dibuat sebelumnya, aku udah bercerita banyak tentang cerita laskar pelangi dan mereka malah ikut membaca novelnya. Horee…e….ee… teriak anak-anak kegirangan!

Apalagi tokoh-tokoh dalamm Laskar pelangi yang diperankan oleh anak-anak di sekitar ‘markas’ laskar pelangi yang notabone tidak memiliki kemampuan akting atau dengan kata lain mereka bukanlah kalangan artis yang pernah memerankan tokoh dalam film, plus dipadu oleh aktor-aktor yang sudah yang sudah tidak diragukan lagi aktinya itu. Hmm…menambah daya tarik untuk menyaksikannya.
Sepanjang pemutaran film suasana bioskop penuh dengan senyum, haru dan tawa melihat para tokoh laskar pelangi beraksi. Aku sangat tertarik tokoh Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) yang kurasakan seperti penjemaan hidup dari Novel itu sendiri.
‘Mahar’ yang dengan polosnya mendendangkan lagu ‘Bunga Seroja’ yang bagi orang Sumatera khususnya melayu, lagu ini sudah tidak asing lagi menambah kejutan lain dalam film yang tidak dapat dilukiskan dalam novel aslinya.

Diakhir cerita lamat-lamat terdengar suara sesegukan disamping ku dan
kulirik bangku disamping ternyata anak ku yg pertama dan yang kedua plus ditambah istriku mereka menangis melihat perpisahan lintang dengan anggota laskar pelangi. Tanpa kata yang terucap, hanya para laskar pelangi dan bu Muslimah berdiri mematung berderai airmata menyaksikan kepergian Lintang dengan sepedanya, hik! mengharukan. Aku pun turut hanyut dalam suasana duka.
Lintang adalah sosok anak dari kampung pesisir yang mempunyai keinginan kuat untuk belajar dan dialah murid yang pertama datang ke sekolah dan dengan kejeniusannya bisa mengharumkan sekolah ‘elit’ mereka. namun harus rela meninggalkan bangku sekolah lebih awal.
Kalau saja bisa berandai-andai, seandainya budaya malu ada pada semua orang, mungkin uang-uang Negara yang hilang sia-sia bisa membantu Lintang-lintang yang lain agar bisa mencapai cita-cita mereka. Bukankah Negara kita telah menjamin bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan seperti yang tertuang dalam UUD 45.
Aku hanya bisa berharap agar anak-anak ku dan anak yang lain kelak tidak mengalami hal seperti ini, amin!


10.05.2008

Tamique (Episode II), Di Rumah Sakit


Aku semakin penasaran, kenapa bisa terserang strook! Itu yang selalu masih tanda tanya dibatinku tidak percaya, apakah dokter salah diagnosa, ah rasanya tidak mungkin dokter salah!
Yang kutahu strook adalah terjadinya penyempitan pembuluh darah menuju ke otak yang disebabkan berbagai faktor sehingga darah yang seharusnya dialirkan tidak dapat bekerja dengan normal yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah tersebut, biasanya efeknya adalah kelumpuhan sensorik atau sistem pengerak tubuh dan dilanjutkan dengan terjadinya kehilangan kesadaran. Otak adalah bagian terpenting dari tubuh manusia yang tidak dapat menyimpan energi. Otak bertanggung jawab mengendalikan semua organ tubuh manusia seperti berpikir, bergerak dan bereaksi. Untuk melakukan semua ini diperlukan energi.

Untuk mendapatkan energi, Otak mendapat pasokan dari bersirkulasi darah yang yang terus-menerus dipompa dari jantung melalui pembuluh arteri bersama oksigen didalam darah dan nutrisi menuju ke otak sehingga semua bagian tubuh tadi dapat bekerja terus-menerus sepanjang hari tanpa ada jeda. Kalau kita mencoba menganalogikan dengan mesin, dalam tempo satu tahun tanpa di service secara berkala mungkin jantung manusia sudah jim sejak lama, sulitnya membayangkan hal ini apa lagi aku bukan kuliah di kedokteran!.
Keep Your health, teman!
Kucoba menghubungi nomor hp Tamique mudah-mudahan istri atau anaknya yang menjawab untuk sekedar mendapat informasi lain untuk menghilangkan rasa penasaranku. Karena untuk langsung menjeguknya aku belum bisa karena ini masih hari Selasa, aku masih harus kerja mungkin 3 hari kedepan baru bisa menjeguknya di rumah sakit.
Karena nomor hpnya tidak bisa dihubungi, maka aku mencoba mencari informasi dari rekan-rekan kerjanya yang aku kenal. Kulihat di phonebook ada satu nama yang juga rekan Tamique di kampus, beliau sebagai kepala biro administrasi umum. Ternyata nomor ini sudah tidak aktif! Kupkir mungkin nomornya sudah berganti. Karena nomor ini sudah lama sekali tidak pernah kuhubungi. memang sudah hampir 3 tahun tidak pernah mengunjugi kampus. Sehingga komunikasi dengan kawan-kawan disana nyaris tidak ada. Kadang datang ke kampus hanya sekedar untuk bertegur sapa saja. Akhirnya satu hari aku estafet untuk mencari informasi nomor-nomor hp rekan lain akhirnya usahaku tak sia-sia, sore hari aku mendapatkan informasi.
“Assallamullaikum!” ucapku setelah nomor tersebut tersambung.
“Waallaikumsallam, apa kabar pak!” jawaban dari seberang sana.
“Pak Lufti, kabarnya pak Tamique sakitya?” tanyaku lagi.
Lufti adalah salah satu rekan Tamique yang juga Dosen di Universitas Muhammadiyah. Mereka disamping mengajar, juga sekarang sama-sama sedang mengambil program S2.
“Iya, pak !” jawabnya singkat. Aku pun bertanya lebih lanjut kepadanya untuk mendapat informasi lain.
“Bagaimana kejadiannya pak sepertinya sangat tiba-tiba sekali ya!”
“Saya juga mendapat informasi ini dari mahasiswa saya Pak melalui sms, karena sekarang saya sedang berada di luar kota sudah dua hari yang lalu, jadi saya kurang tau persis kejadiannya. Tapi coba bapak hubungi ke pak Yudi, mungkin beliau lebih banyak tahu” jawabnya panjang sambil memerikan nomor hp yang dimaksud. Akupun bergegas mencatat nomor tersebut pada secarik kertas sambil membaca ulang dan memastikan kepada Lufti agar tidak salah catat. Setelah yakin dengan nomor tersebut, lalu kutekan tombol-tombol angka tersebut. Tak lama menunggu akhirnya nomor tersebut tersambung!.
“Hallo!” sapa ku singkat.
“Ya hallo, selama sore!” jawab suara dari seberang sana.
“Pak Yudi ya”, tanyaku.
“Benar Pak, saya bicara dengan siapa ya?”Tanya nya pula.
“Ini saya pak, Surya!” jawabku singkat. Hening sejenak, sepertinya dia mencoba mengingat namaku.
“Teman Tamique, yang dulu bikin program komputer Akademik” jawabku memberi penjelasan agar bisa mengingatku dengan cepat.
“Ya, eh mai fren (my friend, maksudnya), apa kabar lama tak ba-su e!” jawabnya dengan bahasa yang dicampur-campur menyalahi EYD bercanda. Dengan Yudi aku juga kenal tapi tak seperti kedekatan aku dengan Tamique tapi sering juga bercanda, dahulu dia bekerja dibagian Biro Akademik Universitas Muhammadiyah, tapi sekarang aku sudah tidak tahu pasti jabatannya, yang setiap berjumpa dia selalu menyapa dengan bahasa Inggris yang dicampur-campur dengan bahasa lain sehingga lucu kedengarannya. Biasanya kalau bertemu dengan ku selain mai fren atau kadang how are you, lamo tak basue (lama tak berjumpa dalam bahasa minang), my brother. Itu kata-kata yang sering meluncur dari mulutnya.
“Baik!” jawabku singkat. Lalu aku pun langsung menanyakan tentang Tamique kepadanya tanpa basa-basi lain.
“Yud, aku mendapat informasi dari ponakanku yang Kuliah di sini (Universitas Muhammadiyah, maksudku) katanya Tamique terserang strook ya, apa benar?” tanyaku tak sabar.
“Iya, kejadiannya kemarin, saat jam istirahat kami lagi di kantin, kebetulan suasana kantin saat itu juga tidak terlalu ramai. seperti biasa kami ngobrol tentang keadaan kampus, penerimaan Mahasiswa tahun ajaran baru, lalu tentang anak Tamique yang sulung yang sekarang sudah mulai masuk es em u” Yudi menjelaskan.
“Tapi tiba-tiba saja Tamique bilang dia agak pusing kepalanya, aku sarankan minum obat tapi dia bilang enggak apa-apa.”
“kuperhatikan memang saat itu wajahnya cemas dan sebentar-bentar tangan kanannya menekan-nekan dadanya yang sebeleah kiri, lalu dia menundukan kepalanya ke atas meja kantin beralaskan tangan kirinya seperti mahasiswa yang sedang ngatuk mendengarkan mata kuliah yang membosankan. belum sempat aku menanyakan yang lain dia limbung jatuh di sisi meja tapi untunglah ada seorang mahasiswa yang mejanya berendeng disebelahnya melihat dan langsung menangkapnya sebelum terseungkur ke lantai semen. Akhirnya Tamique tak sadarkan diri, saat itu juga dengan dibantu beberapa rekan yang lain yang berada di kantin kami bawa kerumah sakit terdekat Rumkit KODAM“. Jelas Yudi mendetail.
Ternyata informasi dari keponakanku tempo hari sudah semakin menyakinkanku atas informasi tambahan dari Yudi ini. Menurut informasi dari Yudi pula keketahui bahwa Tamique kecewa atas prestasi anak sulungnya yang tidak dapat masuk ke sekolah SMU negeri sehingga menjadi beban pikiran nya. Tapi kalau menurut penilaianku pribadi hal ini bukanlah hal utama yang menyebabkan dia terserang strook. Karena Tamique tak pernah membesarkan masalah-masalah yang serius. Aku yakin ada hal-hal lain yang membuatnya menjadi seperti ini!
Hari sabtu sore aku dan dua teman ku yang juga mengenal Tamique kuajak untuk untuk membesuknya di rumah sakit. Mobil kami meluncur dan tiba sekitar pukul 17.30 wib. Kami pun langsung menuju ruang ICU tempat nya di rawat. Dengan berbekal informasi di bagian UGD kami menuju rang tersebut. Dan salah ruang! Ternyata yang kami masukkin adalah ruang ICU biasa. Khusus untuk yang strook terpisah dua ruang dari ruang tersebut.
Setelah mendapat izin masuk, akhirnya kami memasuki ruang ICU khusus strook. Aroma cairan obat-obatan yang menyeruak sangat menyengat hidung sudah terasa pada saat pintu ruangan tersebut terbuka menyambut kami.
Lalu kami pun masuk setelah sebelumnya membuka sepatu dan berganti pakaian khusus yang telah disediakan. Sepi! yang kudengar adalah suara tit..tit..tit dari beberapa alat diruangan tersebut tak ada suara manusia yang berbicara, beberapa tempat tidur lain berjejer tiga buah yang juga terbaring pasien strook lainnya. Jarak pasien yang satu dengan yang lain tidak ada penyekat dan hanya berjarak setengah meter, sehingga jelas terdengar apabila salah satu pasien tersebut ada yang mengeluh atau kadang mengerang sehingga menambah suasana ruangan yang kurasakan sangat mencekam! Kami hanya terdiam.
Kulihat Tamique berbaring pada tempat tidur pertama dekat pintu masuk dengan selang oksigen yang terpasang pada bagain hidung. Pada bagian dada kiri dan kanan dipasang alat untuk pendeteksi denyut jantung, kaki kiri juga dipasang alat untuk memantau interaksi gerakan kakinya. Kupandangi sekujur tubuhnya mulai dari atas kepala sampai ujung kaki seolah ingin membaca kondisinya saat itu. Kulihat matanya terpejam dengan bagian kepala yang agak tegak. Alat pendeteksi jantung terus berbunyi tit…tit…tit…seirama denyut jantungnya.
Anak sulungnya juga berdiri disampingnya, sebelumnya ada diluar ruangan ikut masuk mengantar kami menjenguk kedalam ruangan. kulihat matanya sembab sambil memegang hp yang kadang berdering, mungkin dari saudara atau dari kerabat yang ingin mengetahui kondisi ayahnya batin ku.
Melihat kondisi Tamique yang berbaring tak berdaya dengan matanya yang tertutup, aku tak dapat berkata apa-apa mulutku seakan tercekat, ada yang mengganjal. Teringat oleh ku dua minggu yang lalu sebelum terserang strook, dia menelponku untuk menanyakan tentang trik pembuatan program aplikasi visual basic seperti biasa kalau berbicara Tamique selalu bersemangat dan berapi-api seperti pejuang tahun 45 yang lagi membicarakan tentang arti merdeka untuk bangsa ini, dan kadang tak lupa diselingin dengan lelucon, sekarang!aku hanya memandanginya tak percaya. Strook! Kata itulah yang selalu muncul dikepala apabila mengingatnya. Kucoba berkomunikasi dengannya dengan memegang tangan dan bagian kakinya seperti dokter yang memeriksa seorang pasien, kutekan sedikit pada bagian kakinya. Lalu kupandangi wajahnya ada reaksi sedikit sewaktu kutekan tadi, lalu kupanggil namanya beberapa kali.
“Tamique…miq…Tamique” sapaku pelan.
“Ini aku! datang sama teman-teman. Pak Erwin dan Pak Rudi, masih ingatkan!” kataku lagi mencoba menyapanya untuk memastikan kondisinya. Lalu kepalanya sedikit menangguk beberapa kali lemah, namun matanya tetap tidak terbuka, aku tidak tahu apa yang dirasakannya. Yang kulihat ada airmata yang mengalir perlahan dikedua pelupuk matanya menambah kesedihan dan rasa empatiku saat itu. ada sejuta kecewa dan penyesalan yang bercampur aduk didalam hatinya pikirku mencoba membaca. Dan lagi Tamique adalah tipe periang sehingga sulit baginya menerima kenyataan seperti ini. Kualihkan pandanganku kearah anaknya yang masih berdiri di sampingnya yang membisu sejak tadi. Kulakukan ini hanya sekedar untuk mengalihkan persaanku yang juga tidak menentu saat itu. Menurutnya kaki dan tangan sebelah kiri tidak dapat digerakkan. Begitu juga dengan mulutnya tak ada sepatah katapun yang dapat keluar dari sana. Hanya erangan lemah dan gerakan tangan kanannya saja yang dapat dilakukannya saat ini apabila ingin memanggil atau ingin berbicara. Dan menurut informasi dari team medis rumah sakit, dokter membatalkan rencana operasi terhadap Tamique karena kondisi jantungnya yang tidak stabil!


9.18.2008

Tamique

Sekedar untuk mengingat seorang kawan, sahabat ku Tamique yang sekarang terbaring lemah melawan sakit yang dideritanya strook! kususun rangkaian cerita ini sebagai ungkapan dari hatiku untuk turut berduka, kawan!
:(
Episode : I, SMS Yang mengejutkan!

Tiba-tiba hanphone ku dikamar berdering menyalak yang nyaris sama dengan suara telpon rumah kemudian disauti alunan merdu dari penggalan reff. lagu Lionel Richie Hello wow bukan main! Dering ini kubuat beberapa waktu lalu dengan menggunakan oldring dari hp dan file lagu dari mp3 yang sudah cut pada bagian di reffrein nya saja. Kemudian dengan menggunakan sound recorder yang ada di MSWindows. Lalu dengan menggabungkan kedua file tersebut jadilah satu ringtone baru!. Untuk yang satu ini memang hobby yang sangat menarik bagiku. Dari instrument sampai lagu lama alm. Benyamin S hujan gerimis sampai lagu sang kodok pernah ikut meramaikan ringtone di hp ku itu. Bosan ringtone yang satu ganti dengan dengan yang lain, biasanya paling lama bertahan dua minggu, ringtone sudah berubah.
Bergegas kuangkat handphone tersebut, kulihat di layar tertera nama Tamique lalu belum sempat sempat kusapa dengan kata hallo, suara dering hp terputus.
Kulirik jam di dingding, pukul 21.15 wib. Diluar rumah udara sangat dingin, maklum dilingkungan tempat tinggalku di kelilingi oleh pohon-pohon karet milik perkebunan. Ku pikir ada apa ya malam-malam begini nelpon? Tapi sudah lah besok saja di telpon balik Pikirku. Akupun balik kembali ke ruang keluarga untuk melihat acara tv.


Selang beberapa menit kemudian kembali hp ku berdering seperti tadi. Bergegas aku kembali kemar, si Tamique lagi! batin ku.
“hallo!” kataku.
Tidak ada suara menjawab di seberang sana. Lalu sambungan kembali terputus, akhirnya karena penasaran ku call balik panggilannya tersebut. Biasanya temanku yang satu ini jarang-jarang nelpon malam hari. Jarak rumah kami memang berbeda kota, sekitar 150 km. Kutunggu beberapa saat, lalu panggilan tersambung.
“Hallo” kataku. Tak ada balasan.
Kudengar di seberang sana beberapa suara anak-anak kecil yang saling bercengkrama. Ada yang berteriak, ada yang memanggil nama kawan nya yang lain. Terdengar juga olehku suara sepeda motor yang melintas. Kebetulan teman ku ini tinggal di jalan, tepatnya gang yang padat. Jalan tersebut tidak begitu panjang. Sekitar 300 meter dan lebarnya 2.5 meter saja. Antara sisi-sisa jalan hanya ada parit kecil 30 cm dengan kedalaman 60 cm saja. pagar rumah yang berderat disepanjang jalan tersebut pas beberapa cm saja dari parit. Dengan bentuk bangunan rumah disekitar pemukiman tersebut yang satu sama lain tidak memiliki kesamaan, sehingga tak jarang ada rumah yang salah satu tembok dinding nya disana sampai pinggir parit.
Salah satu ujung jalan nya bersimpangan dengan jalan raya, sementara ujung jalan yang satu bersimpangan dengan jalan kecil saja. Sehingga kalau ada dua mobil yang melintas berlawanan arah, maka jalan tersebut akan susah sekali dilewati ditambah lagi orang-orang yang lalu lalang, lain lagi becak yang juga kadang ikut melintas. Belum lagi sepeda motor yang tak kalah banyaknya, menambah sesak saja.
Sehingga mobil yang sudah terlanjur masuk belakangan tadi harus harus berjalan pelan mepet kepinggir jalan atau mencari tempat yang agak lebar sehingga bisa masuk kesana untuk memberi ruang sedikit untuk mobil yang masuk duluan, sehingga bisa lewat. Kalau sudah begini biasanya akan mulailah muncul kebiasaan yang sering kita ihat sehari-hari di jalanan macet. Apalagi kalau bukan ramainya pengendara yang saling membunyikan klakson kenderaan masing-masing!
Tak heran malam-malam begini masih ramai saja.
Kutunggu lama dering hp temanku tersebut. Selang beberapa saat kemudian ada jawaban dari seberang sana, suara wanita !
“Nomor yang anda hubungi tidak menjawab, silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi nada berikut!”.
Akhirnya kumatikan panggilan tersebut dan akupun kembali ke ruang keluarga.
Esoknya aku seperti biasa, pagi berangkat kerja dengan sepeda motor. Kebetulan rumah dan tempat kerja tidak begitu jauh jarak. Hanya sekitar 1 km saja, sehingga tidak perlu terburu-buru untuk sampai ke sana. Sampai dua hari berikutnya sudah berlalu , namun aku tidak teringat untuk menelpon tamique. Biasanya kalau ada sesuatu hal yang penting untuk di hubungi, aku selalu mencatat pada ‘reminder’ pada hpku atau kalau sedang malas hanya mencatat pada secarik kertas kecil kemudian kuselipkan di kantong baju yang sudah dipersiapkan sebelum berangkat kerja. Esoknya siang setelah aku sampai ditempat kerja, aku menerima sms dari keponakan ku yang isinya sangat mengajetkan!
“Om Tamique siang tadi masuk rumah sakit, strook!” berulang-ulang kubaca sms tersebut tidak percaya. Ah benarkah dia kena strook! Padahal usianya masih 43 tahun. Yang terbayang olehku adalah strook, biasanya dialami oleh seseorang yang sudah berusia diatas 50 tahun.ini karena seringnya kulihat. dan kebetulan kakek ku, ayah dari ibuku juga mengalami strook pada usia hampir mendekati 60 tahun. Dan juga sering nya kulihat beberapa penderita tersebut yang mengalaminya hal tersebut setelah beberapa tahun pensiun dari masa kerja atau ‘post power syndrom’.
Aku semakin penasaran terhadap kawanku yang satu ini, tamique orangnya periang, mudah bergaul dan sangat sosial terhadap teman-teman. Karena kepribadiannya tersebut sehingga rekan-rekan kerjanya dan lingkungan kampus semua mengenalnya, mulai dari satpam, penjaga kantin, dosen, dekan, rektor apalagi mahasiswa semua mengenalnya.
Kutelpon keponakan ku tadi. Setelah beberapa saat menunggu
“Assallamuallaikum! Hallo Tika, kapan om Tamique masuk rumah sakitnya dan dimana di rawat sekarang” tanyaku tanpa basa-basi.
“Waallaikumsallam, di rumah Sakit KODAM om, sekarang masih di ruang ICU” katanya.
“Apa memang kena strook!” aku mencoba mencari ketegasan dari keponakan ku itu.
“Iya om, kemarin dia pingsan di kampus, terus dibawa ke rumah sakit, kata dokter strook” lanjutnya.
“Ya sudah, terima kasih ya, Assallamuallaikum ” jawabku singkat mengakhiri.
....BERLANJUT KE EPISODE II : di Rumah Sakit